SNANEPAPUA.COM – Kondisi kesehatan para aktivis pro-Palestina di Inggris yang tengah menjalankan aksi mogok makan kini dilaporkan berada dalam tahap yang sangat mengkhawatirkan. Para demonstran ini menghadapi risiko medis yang sangat serius, di mana tubuh mereka mulai menunjukkan tanda-tanda kegagalan fungsi akibat ketiadaan asupan nutrisi dalam jangka waktu yang lama.
James Smith, seorang pakar yang mengamati kondisi para aktivis tersebut, memperingatkan bahwa situasi ini telah mencapai titik kritis. Menurutnya, para peserta aksi mogok makan kini tidak hanya menghadapi rasa lapar yang hebat, tetapi juga ancaman nyata berupa kerusakan fisik yang bersifat ireversibel atau tidak dapat dipulihkan kembali.
Dampak kesehatan yang membayangi para aktivis ini meliputi kegagalan organ vital, gangguan sistem saraf, hingga potensi kematian mendadak. Smith menekankan bahwa setiap hari yang berlalu tanpa asupan makanan secara signifikan meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi medis permanen yang akan menghantui para aktivis sepanjang sisa hidup mereka.
Aksi protes ekstrem ini dilakukan sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah Inggris agar lebih proaktif dalam menangani krisis kemanusiaan di Palestina. Para aktivis memilih jalan mogok makan sebagai simbol pengorbanan diri guna menarik perhatian publik global terhadap penderitaan yang dialami oleh warga sipil di Gaza yang juga menghadapi kelaparan akibat konflik.
Hingga saat ini, kekhawatiran dari kalangan medis dan pegiat hak asasi manusia terus meningkat seiring dengan memburuknya kondisi fisik para peserta aksi. Publik kini menanti langkah apa yang akan diambil oleh otoritas terkait sebelum aksi ini memakan korban jiwa, mengingat peringatan medis mengenai kerusakan organ permanen yang sudah di depan mata.
Editor: SnanePapua
