SNANEPAPUA.COM – Kondisi kesehatan para tahanan yang tergabung dalam kelompok Palestine Action kini dilaporkan berada dalam tahap yang sangat mengkhawatirkan. Meskipun mengalami gejala medis yang membahayakan nyawa, para aktivis ini tetap teguh pada pendirian mereka untuk melanjutkan aksi mogok makan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggap mendukung penindasan di Palestina.
Laporan terbaru dari pihak keluarga dan tim medis menunjukkan bahwa para demonstran yang berada di balik jeruji besi ini menderita penurunan fungsi organ yang drastis. Aksi mogok makan yang dilakukan secara bergulir ini bertujuan untuk menarik perhatian internasional terhadap keterlibatan perusahaan-perusahaan tertentu dalam konflik di Timur Tengah, khususnya terkait produksi senjata.
Seorang dokter yang memantau kondisi mereka memperingatkan bahwa beberapa tahanan sudah mendekati ambang kematian. Gejala-gejala seperti gagal ginjal, detak jantung yang tidak teratur, dan kelelahan ekstrem mulai muncul secara konsisten. Namun, ancaman kematian tersebut tampaknya tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyuarakan ketidakadilan yang mereka yakini sedang terjadi.
Palestine Action menegaskan bahwa tindakan ekstrem ini adalah langkah terakhir yang bisa mereka ambil untuk memprotes ekspor senjata dan dukungan logistik yang diberikan kepada pihak-pihak yang bertikai. Mereka menuntut adanya perubahan kebijakan yang nyata dan penghentian segera segala bentuk kerja sama industri militer yang memperparah krisis kemanusiaan di Gaza.
Hingga saat ini, otoritas terkait belum memberikan respons yang signifikan terhadap tuntutan para pemogok makan tersebut. Sementara itu, gelombang dukungan dari masyarakat internasional terus mengalir melalui media sosial, mendesak pemerintah untuk segera melakukan intervensi medis dan meninjau kembali tuntutan para aktivis demi mencegah jatuhnya korban jiwa di dalam penjara.
Editor: SnanePapua
