Januari 13, 2026

Niger Cabut Izin Sopir Truk BBM yang Takut Masuk Mali: Tindakan Tegas di Tengah Ancaman Jihadis

SNANEPAPUA.COM – Pemerintah Niger mengambil langkah drastis dengan mencabut izin operasional para sopir truk tangki bahan bakar yang menolak melakukan perjalanan ke negara tetangga, Mali. Keputusan tegas ini diambil sebagai respon terhadap krisis distribusi energi yang semakin memburuk di kawasan tersebut akibat blokade yang dilakukan oleh kelompok militan.

Situasi keamanan di jalur distribusi antara Niger dan Mali memang dilaporkan kian mencekam. Kelompok jihadis secara aktif menargetkan truk-truk tangki yang membawa bahan bakar, yang mengakibatkan ketakutan luar biasa di kalangan para pengemudi. Serangan-serangan ini bertujuan untuk melumpuhkan ekonomi dan mobilitas di wilayah yang sedang bergejolak tersebut.

Dampak dari penolakan para sopir ini sangat terasa di Mali, di mana kelangkaan bahan bakar telah mencapai titik kritis. Krisis energi ini tidak hanya mengganggu aktivitas transportasi publik, tetapi juga berdampak pada operasional rumah sakit dan fasilitas umum lainnya yang sangat bergantung pada pasokan bahan bakar dari luar negeri.

Pihak berwenang di Niger menegaskan bahwa pemutusan rantai pasokan secara sepihak oleh para penyedia jasa transportasi tidak dapat ditoleransi. Meskipun menyadari adanya risiko keamanan, pemerintah menekankan pentingnya komitmen profesional untuk menjaga stabilitas regional. Pencabutan izin ini dimaksudkan untuk memberikan efek jera serta memastikan bahwa distribusi logistik tetap berjalan sesuai rencana.

Hingga saat ini, ketegangan di wilayah Sahel terus meningkat seiring dengan upaya pemerintah setempat untuk menumpas pengaruh kelompok bersenjata. Masyarakat internasional terus memantau perkembangan ini, mengingat pentingnya jalur perdagangan tersebut bagi stabilitas ekonomi di Afrika Barat.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua