SNANEPAPUA.COM – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menunjukkan kepeduliannya terhadap situasi pasca-bencana yang melanda wilayah Aceh. Melalui sambungan panggilan video, Presiden ke-5 Republik Indonesia ini berinteraksi langsung dengan tim penanggulangan bencana di lapangan guna memantau kondisi terkini dan kebutuhan mendesak para penyintas di lokasi terdampak.
Dalam percakapan yang berlangsung hangat tersebut, terungkap berbagai kendala yang dihadapi warga dalam proses pemulihan infrastruktur maupun pembersihan lingkungan. Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah keluhan warga mengenai tingginya biaya operasional alat berat di lokasi bencana. Warga melaporkan bahwa biaya sewa ekskavator di sana mencapai angka Rp900 ribu per jam, sebuah beban finansial yang sangat berat di tengah situasi darurat.
Menghadapi tingginya biaya sewa alat berat tersebut, warga secara terbuka menyampaikan permintaan yang tampak sederhana namun sangat krusial bagi mereka saat ini, yakni bantuan alat pertukangan berupa sekop. Mereka berharap dengan tersedianya alat manual yang memadai, proses pembersihan material sisa bencana dapat dilakukan secara mandiri dan gotong royong tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penyewaan alat berat yang mahal harganya.
Megawati Soekarnoputri menyimak dengan saksama setiap aspirasi yang disampaikan oleh tim bencana dan perwakilan warga tersebut. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang cepat dan tepat sasaran agar bantuan yang dikirimkan oleh partai maupun pihak terkait benar-benar sesuai dengan realitas kebutuhan di lapangan. Kepedulian ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam menjalankan misi kemanusiaan di setiap wilayah Indonesia yang sedang tertimpa musibah.
Langkah responsif ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Aceh, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat kembali normal dalam waktu dekat. Bantuan yang tepat guna, sekecil apa pun bentuknya, menjadi kunci utama dalam memulihkan semangat warga untuk bangkit kembali pasca-musibah yang menimpa mereka.
Editor: SnanePapua
