Januari 12, 2026

Misteri Batu Rosetta: Mengapa Inggris Masih Enggan Mengembalikan Kunci Rahasia Peradaban Mesir Kuno?

SNANEPAPUA.COM – Ketegangan diplomatik antara Mesir dan Inggris kembali mencuat seiring dengan tuntutan kuat untuk pengembalian Batu Rosetta ke tanah air asalnya. Artefak ikonik ini bukan sekadar bongkahan batu biasa, melainkan kunci utama yang membuka tabir misteri peradaban Mesir Kuno yang telah terkubur selama ribuan tahun. Namun, hingga saat ini, pihak Inggris masih bersikukuh untuk mempertahankan benda bersejarah tersebut di dalam koleksi museum mereka.

Batu Rosetta ditemukan pertama kali pada tahun 1799 oleh tentara Prancis di bawah kepemimpinan Napoleon Bonaparte di kota Rashid (Rosetta). Namun, menyusul kekalahan Prancis dalam perang, batu tersebut jatuh ke tangan Inggris berdasarkan Perjanjian Alexandria pada tahun 1801. Sejak saat itu, artefak yang sangat berharga ini menjadi pusat perhatian di British Museum, London, dan menjadi salah satu objek yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh penjuru dunia.

Pentingnya Batu Rosetta terletak pada tiga jenis tulisan yang terukir di permukaannya, yaitu hieroglif Mesir, skrip Demotik, dan Yunani Kuno. Keberadaan teks yang identik dalam tiga bahasa berbeda inilah yang memungkinkan para ahli bahasa, termasuk Jean-François Champollion, untuk memecahkan kode hieroglif yang sebelumnya tidak dapat dipahami. Tanpa penemuan ini, sejarah besar mengenai para firaun, pembangunan piramida, dan kehidupan sosial Mesir Kuno mungkin akan tetap menjadi teka-teki abadi bagi umat manusia.

Pemerintah Mesir secara konsisten terus meluncurkan kampanye dan petisi internasional untuk memulangkan artefak tersebut. Mereka berargumen bahwa Batu Rosetta adalah bagian integral dari identitas nasional dan warisan budaya mereka yang diambil secara paksa selama era kolonialisme. Di sisi lain, otoritas museum di Inggris sering kali memberikan alasan terkait keamanan artefak dan kemudahan akses bagi peneliti global sebagai dalih untuk tidak mengembalikannya ke Kairo.

Perdebatan mengenai repatriasi atau pengembalian benda-benda bersejarah ini telah memicu diskusi luas mengenai etika museum besar di era modern. Banyak pihak kini mendesak agar negara-negara bekas kolonial mulai mengakui kesalahan masa lalu dan mengembalikan kekayaan budaya yang dijarah. Hingga kini, nasib Batu Rosetta tetap menjadi simbol dari perjuangan panjang bangsa Mesir untuk mendapatkan kembali potongan sejarah mereka yang hilang di negeri orang.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua