SNANEPAPUA.COM – Sebuah kisah luar biasa tentang misi rahasia di udara akhirnya terungkap setelah bertahun-tahun tersimpan rapat. Seorang mantan pilot angkatan udara menceritakan pengalamannya dalam menjalankan tugas berisiko tinggi untuk menerbangkan jenazah mantan Presiden Somalia, Siad Barre, kembali ke tanah airnya demi pemakaman yang layak di tengah situasi konflik yang mencekam.
Siad Barre, yang memimpin Somalia selama lebih dari dua dekade, meninggal dunia dalam pengasingan di Nigeria pada tahun 1995. Kematian sang mantan pemimpin meninggalkan dilema politik dan keamanan yang besar, mengingat situasi di Somalia saat itu sedang dilanda perang saudara yang hebat dan ketidakstabilan yang ekstrem di hampir seluruh wilayah negara tersebut.
Sang pilot, dalam wawancara eksklusif dengan BBC, merinci bagaimana operasi penyamaran tersebut direncanakan dengan sangat teliti agar tidak terdeteksi oleh faksi-faksi yang bertikai. Misi ini bukan sekadar penerbangan logistik biasa, melainkan sebuah pertaruhan nyawa di tengah wilayah udara yang sangat berbahaya dan penuh dengan ancaman serangan dari kelompok-kelompok bersenjata.
Selama perjalanan udara yang panjang, kru pesawat harus menjaga kerahasiaan identitas kargo yang mereka bawa dengan sangat ketat. Tekanan psikologis sangat terasa karena mereka menyadari sepenuhnya bahwa jika identitas jenazah yang dibawa terungkap ke publik atau faksi lawan, hal itu bisa memicu serangan langsung yang membahayakan seluruh kru pesawat.
Meskipun penuh dengan rintangan dan ketegangan yang luar biasa, misi rahasia tersebut akhirnya berhasil diselesaikan dengan sukses. Jenazah Siad Barre berhasil mendarat di tanah kelahirannya dan dimakamkan secara tertutup. Kisah ini memberikan perspektif baru tentang sisi lain sejarah politik Afrika Timur dan loyalitas seorang pilot dalam menjalankan tugas negara yang paling berbahaya sekalipun.
Editor: SnanePapua
