Januari 9, 2026

Menolak Menyerah: Kisah Haru Mohammed al-Hallak Tumbuh Dewasa di Tengah Kecamuk Perang Suriah

SNANEPAPUA.COM – Konflik berkepanjangan yang melanda Suriah telah mengubah jalan hidup jutaan orang selamanya, tak terkecuali bagi Mohammed al-Hallak. Pemuda ini terpaksa merelakan masa mudanya yang seharusnya penuh warna, berubah menjadi perjuangan panjang untuk bertahan hidup di tengah desingan peluru dan ledakan bom yang tak kunjung usai.

Ketika perang saudara pertama kali meletus di tanah kelahirannya, Mohammed al-Hallak masih duduk di bangku sekolah menengah. Kehidupan remaja yang semula tenang dan penuh mimpi seketika sirna, digantikan dengan realitas pahit di mana keamanan menjadi kemewahan yang sangat langka. Ia adalah saksi mata bagaimana kota-kota hancur dan harapan masyarakat terkubur di bawah puing-puing bangunan.

Sebagai seorang remaja yang tumbuh di zona perang, Mohammed harus menghadapi tantangan psikologis dan fisik yang luar biasa berat. Ia dipaksa untuk dewasa sebelum waktunya, memikul tanggung jawab yang seharusnya tidak diemban oleh anak seusianya. Kehilangan teman sejawat dan sanak saudara menjadi bagian dari keseharian yang harus ia terima dengan lapang dada meskipun hati penuh dengan luka.

Melalui sebuah dokumenter yang menyentuh hati, perjalanan hidup Mohammed al-Hallak menjadi representasi dari satu generasi yang sering disebut sebagai “generasi yang hilang” di Suriah. Namun, di balik trauma mendalam yang ia alami, terselip semangat untuk tetap bertahan dan mencari secercah cahaya di tengah kegelapan konflik yang telah merobek persatuan bangsanya selama bertahun-tahun.

Kisah Mohammed adalah pengingat bagi dunia internasional tentang harga mahal dari sebuah peperangan dan dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan mental pemuda. Hingga saat ini, ia terus berupaya merajut kembali sisa-sisa impiannya sambil berharap kedamaian abadi segera menyapa negaranya yang tercinta. Perjuangannya membuktikan bahwa keteguhan hati manusia mampu melampaui kekejaman senjata.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua