SNANEPAPUA.COM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan dialog strategis dengan para pelajar Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Turki. Dalam pertemuan tersebut, Menhan menekankan peran vital generasi muda dalam memperkuat kedaulatan bangsa melalui pengabdian sekembalinya ke tanah air setelah menyelesaikan studi mereka.
Fokus utama dalam pembicaraan tersebut adalah pentingnya regenerasi talenta di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Sjafrie menilai bahwa penguasaan teknologi tingkat tinggi merupakan kunci utama bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan geopolitik global yang semakin kompleks dan dinamis di masa depan.
Selain aspek teknologi, Menhan juga menyoroti kebutuhan mendesak akan perbaikan birokrasi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pertahanan. Menurutnya, inovasi serta etos kerja yang dibawa oleh para lulusan luar negeri, khususnya dari Turki yang dikenal memiliki kemajuan pesat di industri militer, sangat dibutuhkan untuk mempercepat transformasi institusi pertahanan tanah air.
Ia secara khusus meminta para pelajar agar tidak ragu untuk pulang dan berkontribusi langsung dalam berbagai instansi pemerintah maupun industri strategis nasional. Harapannya, ilmu pengetahuan dan pengalaman internasional yang didapat selama studi dapat diimplementasikan secara nyata guna menciptakan kemandirian teknologi pertahanan dalam negeri yang lebih tangguh.
Dialog ini menjadi bagian dari langkah nyata pemerintah untuk memastikan bahwa potensi intelektual anak bangsa dapat terserap secara optimal di dalam negeri. Dengan menyediakan wadah dan apresiasi yang tepat, pemerintah optimistis talenta-talenta terbaik bangsa akan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi Indonesia Maju di masa yang akan datang.
Editor: SnanePapua
