SNANEPAPUA.COM – Raja Yordania, Abdullah Bin Al-Hussein atau yang lebih dikenal sebagai Abdullah II, dijadwalkan akan melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke Indonesia pada hari Jumat ini. Kedatangan pemimpin negara Timur Tengah ini menjadi sorotan penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Jakarta dan Amman, terutama dalam pembahasan isu-isu strategis di kawasan global.
Kunjungan ini bukanlah kali pertama bagi sang Raja ke tanah air, mengingat hubungan diplomatik kedua negara telah terjalin erat selama puluhan tahun. Agenda utama dalam pertemuan kenegaraan kali ini diperkirakan akan mencakup pembahasan mendalam mengenai kerja sama ekonomi, penguatan sektor pertahanan, serta upaya perdamaian di Palestina yang selama ini menjadi perhatian bersama bagi Indonesia maupun Yordania.
Menilik profilnya, Abdullah II resmi naik takhta pada 7 Februari 1999, menggantikan ayahnya, mendiang Raja Hussein. Ia merupakan keturunan ke-41 langsung dari Nabi Muhammad SAW melalui garis keturunan Bani Hasyim. Kedudukan silsilah ini menjadikannya salah satu sosok yang paling dihormati dan memiliki pengaruh besar di seluruh dunia Islam.
Di kancah internasional, Raja Abdullah II dikenal luas sebagai tokoh moderat yang vokal menyuarakan perdamaian dan toleransi antarumat beragama. Ia sering kali bertindak sebagai penengah dalam berbagai konflik yang terjadi di Timur Tengah dan secara konsisten mengampanyekan citra Islam yang damai melalui inisiatif global seperti “Amman Message” yang diluncurkannya demi meredam radikalisme.
Selain piawai dalam diplomasi, Raja Abdullah II juga memiliki latar belakang militer yang sangat kuat. Ia merupakan lulusan dari Akademi Militer Kerajaan Sandhurst di Inggris dan pernah menjabat sebagai komandan pasukan khusus Yordania. Pengalaman lapangan ini membentuk gaya kepemimpinannya yang disiplin namun tetap progresif dalam mendorong reformasi internal dan modernisasi di negaranya.
Editor: SnanePapua
