Januari 13, 2026

Meneladani Makna Isra Miraj 1447 H: Perjalanan Agung Menuju Kesempurnaan Ibadah dan Keimanan

SNANEPAPUA.COM – Menjelang peringatan Isra Miraj 1447 Hijriah yang jatuh pada tanggal 16 Januari 2026 mendatang, seluruh umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Tanah Papua, kembali diajak untuk merenungkan makna mendalam di balik perjalanan agung Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini bukan sekadar catatan sejarah masa lalu, melainkan momentum penting untuk memperkuat spiritualitas dan keimanan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Isra Miraj merupakan mukjizat besar di mana Rasulullah menempuh perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha hanya dalam satu malam. Hikmah utama dari peristiwa luar biasa ini adalah diterimanya perintah salat lima waktu, yang menjadi tiang agama bagi setiap Muslim. Melalui ibadah ini, umat diajarkan untuk selalu terhubung secara vertikal dengan Sang Pencipta dalam kondisi apa pun.

Pelajaran penting lainnya yang dapat dipetik adalah tentang kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian hidup. Sebelum peristiwa ini terjadi, Nabi Muhammad SAW mengalami masa-masa sulit yang dikenal sebagai ‘Amul Huzni’ atau tahun kesedihan. Isra Miraj hadir sebagai bentuk penghiburan dari Allah SWT, sekaligus membuktikan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan yang luar biasa bagi mereka yang tetap bertakwa.

Di era modern saat ini, nilai-nilai yang terkandung dalam Isra Miraj sangat relevan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan dalam menjalankan salat tepat waktu dapat diterjemahkan menjadi kedisiplinan dalam bekerja dan bermasyarakat. Selain itu, peristiwa ini mengajarkan kita untuk selalu berpikir terbuka terhadap kekuasaan Tuhan yang melampaui logika manusia, sehingga mempertebal rasa rendah hati dan menjauhkan diri dari sifat sombong.

Dengan memahami hikmah di balik Isra Miraj, diharapkan umat Islam tidak hanya merayakannya secara seremonial setiap tahunnya. Namun, menjadikannya sebagai titik balik untuk memperbaiki kualitas diri, mempererat tali silaturahmi, dan meningkatkan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Mari kita jadikan peringatan tahun 1447 Hijriah ini sebagai sarana transformasi spiritual yang nyata demi kedamaian dan kesejahteraan bersama.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua