SNANEPAPUA.COM – Sebuah inisiatif unik muncul di Senegal untuk mengedukasi kaum pria mengenai isu-isu sensitif yang selama ini dianggap tabu dalam masyarakat. Melalui program inovatif yang dikenal sebagai ‘Sekolah Suami’, para pria di negara tersebut diberikan ruang aman untuk berdiskusi dan mempelajari nilai-nilai kesetaraan gender serta tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan rumah tangga.
Program ini bertujuan untuk mengubah pola pikir tradisional yang sering kali membatasi peran perempuan dan melanggengkan ketidakadilan gender. Di dalam ‘sekolah’ ini, para suami diajak untuk memahami pentingnya peran mereka dalam mendukung kesehatan reproduksi istri serta menjaga kesejahteraan keluarga secara kolektif, bukan sekadar menjadi pembuat keputusan tunggal.
Salah satu aspek paling krusial dari inisiatif ini adalah penyediaan ruang diskusi yang sangat privat dan inklusif. Di tempat ini, para pria Senegal dapat mengajukan berbagai pertanyaan yang tidak berani mereka utarakan di ruang publik, mulai dari masalah kesehatan seksual hingga cara membangun komunikasi yang lebih sehat dengan pasangan tanpa rasa malu.
Dengan adanya edukasi yang terarah, program ini diharapkan dapat menekan angka kekerasan dalam rumah tangga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Senegal. Para peserta diajarkan bahwa maskulinitas sejati tidak diukur dari dominasi atau kekuasaan, melainkan dari kemampuan untuk bekerja sama dan memberikan rasa hormat yang setara terhadap pasangan hidup mereka.
Inisiatif ‘Sekolah Suami’ ini terus mendapatkan apresiasi luas karena dianggap sebagai langkah progresif dalam memecah stigma sosial yang mengakar kuat di wilayah Afrika Barat. Melalui dialog yang jujur dan terbuka, program ini menjadi jembatan penting menuju terciptanya tatanan masyarakat yang lebih inklusif, harmonis, dan adil bagi semua gender.
Editor: SnanePapua
