SNANEPAPUA.COM – Ketegangan kembali memuncak di wilayah Tepi Barat yang diduduki setelah pasukan militer Israel melakukan penggerebekan mendadak ke area kampus Universitas Birzeit. Aksi ini mengejutkan para penghuni kampus yang tengah menjalankan aktivitas akademik rutin mereka pada saat kejadian berlangsung.
Insiden ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang terjadi di institusi pendidikan di wilayah Palestina. Dalam operasi tersebut, militer Israel dilaporkan tidak hanya merangsek masuk ke dalam kawasan universitas, tetapi juga menggunakan kekuatan fisik yang signifikan untuk mengendalikan situasi di lingkungan akademik tersebut tanpa adanya peringatan terlebih dahulu.
Berdasarkan laporan lapangan yang diterima, pasukan tersebut melepaskan tembakan peluru tajam guna membubarkan kerumunan mahasiswa yang berada di lokasi. Suasana kampus yang seharusnya menjadi tempat belajar yang aman seketika berubah menjadi mencekam akibat rentetan tembakan dan kehadiran personel militer bersenjata lengkap yang menyisir berbagai sudut gedung.
Para saksi mata menyebutkan bahwa tindakan represif ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan civitas akademika. Banyak mahasiswa yang berusaha menyelamatkan diri dari ancaman peluru tajam yang dilepaskan oleh aparat keamanan Israel selama operasi berlangsung, menciptakan situasi kacau balau di dalam lingkungan universitas yang bersejarah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi secara rinci mengenai jumlah korban luka maupun alasan spesifik di balik penggerebekan yang provokatif tersebut. Namun, aksi ini telah menuai kecaman luas dari berbagai pihak internasional karena dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap zona pendidikan dan hak asasi manusia di wilayah konflik.
Editor: SnanePapua
