SNANEPAPUA.COM – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, memberikan pernyataan tegas terkait dinamika demokrasi di tanah air. Ia menyatakan bahwa dalam sebuah negara demokrasi, pemerintah merupakan objek kritik yang sah dan tidak boleh kebal terhadap masukan dari masyarakat luas.
Megawati menekankan bahwa kritik merupakan bagian penting dari mekanisme pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan. Menurutnya, keberadaan kritik justru menunjukkan bahwa kehidupan berdemokrasi di Indonesia masih berjalan dengan dinamis, partisipatif, dan memiliki kontrol sosial yang aktif.
Namun, Presiden ke-5 Republik Indonesia ini juga memberikan catatan penting bagi pihak-pihak yang ingin melayangkan kritik. Ia mengingatkan bahwa setiap pernyataan yang ditujukan kepada pemerintah harus memiliki landasan yang kuat, yakni berbasis pada data yang valid serta fakta empirik yang dapat dipertanggungjawabkan di lapangan.
Selain data dan fakta, Megawati juga menyoroti pentingnya nilai-nilai ideologis dalam setiap penyampaian aspirasi. Kritik yang dilontarkan sebaiknya selaras dengan semangat ideologi bangsa dan bertujuan untuk memberikan solusi konstruktif atau perbaikan atas kebijakan yang dianggap kurang tepat demi kepentingan rakyat.
Terakhir, Megawati mewanti-wanti agar hak mengkritik tidak disalahgunakan sebagai sarana provokasi yang dapat memicu kegaduhan atau perpecahan di tengah masyarakat. Ia berharap budaya kritik di Indonesia tetap mengedepankan etika, kejujuran, dan objektivitas demi kemajuan bangsa secara kolektif ke arah yang lebih baik.
Editor: SnanePapua
