SNANEPAPUA.COM – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh elemen massa buruh di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, akhirnya berakhir pada sore hari ini. Massa yang sebelumnya berkumpul untuk menyuarakan aspirasi terkait penolakan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) tersebut mulai membubarkan diri secara tertib meninggalkan lokasi aksi.
Demonstrasi ini dipicu oleh ketidakpuasan para pekerja terhadap kebijakan penetapan nilai UMP yang dinilai tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan pokok saat ini. Sejak pagi hari, para buruh telah memadati ruas jalan utama di depan kantor pemerintahan untuk menuntut adanya revisi kenaikan upah yang lebih layak bagi kesejahteraan pekerja.
Seiring dengan berangsur pulangnya massa aksi, petugas kepolisian yang berjaga di lokasi mulai membuka kembali akses jalan yang sebelumnya sempat ditutup demi keamanan. Jalan Medan Merdeka Selatan kini sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, sehingga arus lalu lintas di sekitar Jakarta Pusat mulai mencair.
Proses pembubaran massa terpantau berjalan kondusif tanpa adanya insiden kericuhan yang berarti. Para koordinator lapangan memberikan instruksi terakhir melalui pengeras suara agar seluruh peserta aksi menjaga ketertiban saat melakukan perjalanan pulang ke daerah masing-masing setelah menyampaikan poin-poin tuntutan mereka.
Meskipun situasi jalanan telah kembali normal, serikat buruh menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan kebijakan pemerintah terkait pengupahan. Mereka berharap ada ruang dialog yang lebih terbuka agar aspirasi para pekerja dapat diakomodasi demi menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan sosial di ibu kota.
Editor: SnanePapua
