Januari 7, 2026

Marsinah Resmi Jadi Pahlawan Nasional, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Tertinggi di Istana Negara

SNANEPAPUA.COM – Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan penghormatan tertinggi kepada mendiang Marsinah dengan menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional. Penganugerahan ini dilakukan dalam rangkaian upacara peringatan Hari Pahlawan yang berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11). Langkah bersejarah ini menjadi bentuk pengakuan nyata negara atas dedikasi dan pengorbanan luar biasa sang buruh dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia.

Marsinah merupakan sosok yang tidak asing lagi dalam sejarah gerakan buruh tanah air. Ia dikenal sebagai simbol keberanian kaum pekerja yang tak gentar menghadapi penindasan demi menuntut keadilan. Perjuangannya yang berakhir tragis pada masa lalu telah menjadi pemantik semangat bagi jutaan buruh di seluruh penjuru nusantara untuk terus menyuarakan hak-hak mereka secara bermartabat.

Penganugerahan gelar pahlawan ini dilaksanakan secara simbolis dalam sebuah upacara kenegaraan yang dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta perwakilan keluarga penerima gelar. Suasana haru menyelimuti ruangan saat nama Marsinah dibacakan sebagai salah satu tokoh yang dianggap berjasa besar bagi fondasi keadilan sosial dan ketenagakerjaan di Indonesia.

Keputusan Presiden Prabowo ini langsung mendapat apresiasi luas dari berbagai organisasi buruh, akademisi, hingga aktivis hak asasi manusia. Banyak pihak menilai bahwa penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional adalah momentum krusial untuk memperkuat perlindungan terhadap tenaga kerja. Hal ini juga dianggap sebagai pesan kuat bahwa pemerintah berkomitmen menghargai setiap tetes keringat dan perjuangan rakyat kecil.

Dengan gelar baru ini, nama Marsinah kini resmi bersanding dengan tokoh-tokoh besar lainnya dalam lembaran sejarah perjuangan bangsa. Warisan semangatnya diharapkan terus menginspirasi generasi muda Indonesia untuk tetap kritis, berani, dan konsisten dalam menegakkan kebenaran serta keadilan sosial di masa depan.

Editor: SnanePapua