SNANEPAPUA.COM – Mengunjungi keindahan Benua Biru sering kali menjadi impian besar bagi banyak pelancong asal Indonesia. Meski demikian, bayang-bayang proses pengajuan visa Schengen yang dikenal rumit, mahal, dan memakan waktu sering kali menjadi penghalang utama bagi mereka yang ingin segera berangkat mengeksplorasi keindahan arsitektur serta budaya di sana.
Kabar baiknya, ternyata tidak semua negara di daratan Eropa mewajibkan pemegang paspor Indonesia untuk memiliki visa di muka. Ada beberapa destinasi menarik yang menawarkan kebijakan bebas visa atau kemudahan akses masuk lainnya. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer Eropa tanpa harus melewati birokrasi kedutaan yang panjang dan melelahkan.
Salah satu negara yang paling populer dalam daftar ini adalah Turki. Meskipun secara geografis terletak di antara dua benua, wilayah Turki di sisi Eropa menawarkan pesona sejarah yang luar biasa, seperti di kota Istanbul. Warga Negara Indonesia (WNI) dapat menikmati kemudahan berkunjung ke negara ini, menjadikannya gerbang utama bagi mereka yang ingin merasakan perpaduan budaya Timur dan Barat tanpa kendala administrasi visa yang berat.
Selain itu, terdapat beberapa negara di kawasan Balkan dan Eropa Timur yang secara periodik memberikan kebijakan khusus bagi pemegang paspor Indonesia. Destinasi seperti Serbia dan Belarusia sempat menjadi perbincangan karena kebijakan akses masuknya. Namun, para pelancong tetap diingatkan untuk selalu memverifikasi aturan terbaru dari otoritas setempat, mengingat kebijakan diplomatik dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perjanjian bilateral antarnegara.
Memilih destinasi non-Schengen ini bukan hanya soal kepraktisan semata, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelancong untuk menemukan ‘permata tersembunyi’ yang jarang dikunjungi turis arus utama. Dengan perencanaan yang matang dan pemahaman mengenai regulasi masuk, impian untuk menginjakkan kaki di tanah Eropa kini menjadi lebih mudah dijangkau oleh siapa saja.
Editor: SnanePapua
