SNANEPAPUA.COM – Afrika Selatan secara resmi menjadi tuan rumah latihan militer gabungan blok BRICS, sebuah langkah strategis yang menarik perhatian dunia internasional di tengah dinamika geopolitik yang kian memanas. Namun, sorotan utama dalam agenda besar ini justru tertuju pada absennya dua anggota pendiri dalam latihan tersebut, yang memicu berbagai spekulasi mengenai soliditas internal organisasi lintas benua ini.
Latihan perang yang dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan maritim ini menjadi panggung bagi negara-negara anggota untuk menunjukkan kekuatan kolektif mereka. Kendati demikian, ketidakhadiran India sebagai salah satu kekuatan militer terbesar di Asia menjadi poin krusial yang dianalisis secara mendalam oleh para pengamat internasional.
Keputusan India untuk menarik diri dari latihan militer kali ini diyakini berkaitan erat dengan upaya menjaga keseimbangan diplomasi dengan Amerika Serikat. Di tengah ketegangan yang meningkat antara Washington dengan beberapa anggota BRICS lainnya, New Delhi tampaknya memilih untuk menghindari keterlibatan militer yang dapat diinterpretasikan sebagai dukungan terhadap blok pertahanan yang berseberangan dengan kepentingan Barat.
Selain India, dinamika internal di dalam BRICS juga menunjukkan tantangan besar dalam menyelaraskan visi militer di antara negara-negara anggotanya. Meskipun blok ini sukses dalam membangun narasi ekonomi multipolar, perbedaan kepentingan nasional dan hubungan bilateral dengan negara-negara di luar blok tetap menjadi faktor penghambat dalam kolaborasi pertahanan yang lebih dalam.
Afrika Selatan, sebagai tuan rumah, tetap berupaya memastikan bahwa latihan ini berjalan sesuai rencana guna memperkuat posisi kawasan dalam peta keamanan global. Namun, ketidakhadiran anggota kunci ini memberikan sinyal kuat bahwa perjalanan BRICS menuju integrasi keamanan yang solid masih menghadapi jalan panjang dan penuh dengan pertimbangan geopolitik yang kompleks.
Editor: SnanePapua
