Januari 11, 2026

Krisis Kemanusiaan Sudan: 1.000 Hari Perang Membara, 33 Juta Jiwa Terancam Kelaparan Akut

SNANEPAPUA.COM – Konflik bersenjata di Sudan kini telah mencapai tonggak sejarah yang kelam dengan memasuki hari ke-1.000 sejak pecahnya perang. Kondisi ini memicu peringatan keras dari berbagai organisasi non-pemerintah (LSM) internasional mengenai eskalasi krisis kemanusiaan yang semakin tidak terkendali di negara tersebut.

Pertempuran sengit yang terus berlanjut antara faksi-faksi militer yang bertikai telah melumpuhkan infrastruktur dasar dan menghancurkan mata pencaharian warga sipil secara sistematis. Laporan terbaru menunjukkan bahwa situasi keamanan yang memburuk membuat akses bagi pekerja kemanusiaan menjadi sangat terbatas, terutama di wilayah-wilayah konflik yang paling parah.

Data yang dirilis oleh sejumlah lembaga internasional mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa lebih dari 33 juta orang di Sudan kini berada di ambang kelaparan yang sangat parah. Angka ini mencerminkan lonjakan drastis dalam jumlah penduduk yang membutuhkan bantuan pangan darurat akibat terhentinya rantai pasokan logistik dan hancurnya sektor pertanian domestik.

Selain dampak langsung dari pertempuran, krisis ini diperparah oleh kebijakan pemotongan dana bantuan global secara signifikan. Sejumlah LSM menyatakan keprihatinan mendalam karena perhatian dunia internasional tampaknya mulai memudar, sementara kebutuhan bantuan mendesak di lapangan justru mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah konflik tersebut.

Para aktivis kemanusiaan mendesak komunitas internasional untuk segera meningkatkan komitmen bantuan dan melakukan tekanan diplomatik guna menghentikan kekerasan. Tanpa adanya intervensi bantuan yang cepat serta gencatan senjata yang stabil, masa depan jutaan warga Sudan tetap berada dalam ketidakpastian yang sangat mengkhawatirkan.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua