SNANEPAPUA.COM – Situasi politik dan keamanan di Iran dilaporkan semakin mencekam seiring dengan meluasnya aksi protes warga di berbagai wilayah negara tersebut. Meskipun pemerintah telah mencoba memberikan tawaran kompensasi yang dinilai minim, masyarakat tetap memilih turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap kondisi ekonomi yang kian terpuruk dan inflasi yang tak terkendali.
Gelombang demonstrasi ini dipicu oleh anjloknya nilai mata uang nasional yang membuat daya beli masyarakat berada pada titik terendah dalam beberapa dekade terakhir. Tawaran bantuan dari pemerintah dianggap sebagai upaya setengah hati yang tidak mampu menjawab akar permasalahan struktural ekonomi yang sedang menjerat rakyat Iran saat ini.
Di tengah ketegangan yang meningkat, Amnesty International mengeluarkan kecaman keras terhadap tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan setempat. Lembaga hak asasi manusia internasional tersebut melaporkan adanya penggerebekan oleh pasukan keamanan di sebuah rumah sakit di kota Ilam. Tindakan brutal ini dilakukan dengan tujuan untuk menangkap para demonstran yang sedang menjalani perawatan medis akibat luka-luka dalam bentrokan sebelumnya.
Menurut pernyataan resmi dari Amnesty International, penggerebekan fasilitas medis tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Mereka menegaskan bahwa rumah sakit seharusnya menjadi zona perlindungan yang aman bagi siapa pun yang membutuhkan bantuan medis, tanpa rasa takut akan penangkapan sewenang-wenang atau intimidasi oleh pihak berwenang.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa ketegangan di Iran akan mereda dalam waktu dekat. Para pengamat internasional memprediksi bahwa aksi protes akan terus bereskalasi jika pemerintah Iran tidak segera mengambil langkah nyata yang lebih substansial untuk memperbaiki kondisi ekonomi serta menghentikan kekerasan terhadap warga sipil yang menyuarakan aspirasi mereka di ruang publik.
Editor: SnanePapua
