SNANEPAPUA.COM – Situasi keamanan di Aleppo, Suriah, dilaporkan semakin mencekam seiring dengan meningkatnya intensitas pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Ribuan warga sipil kini terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka untuk mencari perlindungan demi menghindari terjangan peluru dan ledakan yang terus mengguncang wilayah tersebut.
Eskalasi konflik bersenjata ini telah memasuki hari ketiga berturut-turut tanpa menunjukkan tanda-tanda mereda. Aleppo, yang merupakan salah satu kota strategis dan bersejarah di kawasan tersebut, kembali menjadi palagan pertempuran hebat yang memicu gelombang pengungsian besar-besaran dalam waktu singkat.
Banyak warga yang terlihat membawa barang-barang seadanya sambil berjalan kaki menyusuri jalanan yang rusak akibat peperangan. Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan memilukan, di mana anak-anak dan lansia harus menempuh perjalanan jauh di bawah ancaman keamanan yang sangat tinggi guna mencapai wilayah yang dianggap lebih aman dari jangkauan artileri.
Bentrokan antara militer Suriah dan kelompok SDF ini menambah daftar panjang penderitaan rakyat di wilayah tersebut yang telah bertahun-tahun dilanda konflik. Para pengamat internasional mengkhawatirkan bahwa jika pertempuran terus berlanjut dengan intensitas yang sama, krisis kemanusiaan di Aleppo akan mencapai titik nadir yang sulit untuk ditangani oleh lembaga bantuan lokal maupun internasional.
Hingga saat ini, upaya untuk meredakan ketegangan masih belum membuahkan hasil, sementara jumlah pengungsi terus bertambah setiap jamnya. Masyarakat internasional kini mendesak adanya perlindungan bagi warga sipil dan pembukaan akses bantuan kemanusiaan yang aman bagi mereka yang terjebak di zona konflik yang kian berbahaya.
Editor: SnanePapua
