Januari 8, 2026

Koalisi Saudi Gempur Yaman: Pemimpin Separatis STC Aidarous al-Zubaidi Dilaporkan Melarikan Diri

SNANEPAPUA.COM – Ketegangan di Yaman kembali memuncak setelah koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi melancarkan serangkaian serangan udara yang menargetkan kelompok separatis. Langkah tegas ini diambil menyusul laporan mengenai ketidakpatuhan pemimpin Dewan Transisi Selatan (STC), Aidarous al-Zubaidi, terhadap kesepakatan diplomatik yang tengah berlangsung untuk menstabilkan kawasan tersebut.

Serangan udara yang terjadi pada awal tahun 2026 ini menandai eskalasi baru dalam konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut. Pihak koalisi menyatakan bahwa tindakan militer ini dilakukan sebagai bentuk respons langsung terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan separatis. Fokus utama serangan adalah titik-titik strategis yang menjadi basis kekuatan militer STC di Yaman bagian selatan guna melumpuhkan pergerakan mereka.

Kabar mengejutkan muncul seiring dengan gempuran tersebut, di mana pimpinan tertinggi STC, Aidarous al-Zubaidi, dilaporkan telah meninggalkan wilayah tersebut secara misterius. Laporan dari pihak koalisi menyebutkan bahwa al-Zubaidi gagal menaiki pesawat yang seharusnya membawanya menuju Riyadh untuk pembicaraan rekonsiliasi. Kegagalannya untuk memenuhi panggilan diplomatik ini memicu spekulasi kuat bahwa ia telah melarikan diri untuk menghindari tekanan politik dan militer.

Juru bicara koalisi menegaskan bahwa operasi militer ini bertujuan untuk memulihkan stabilitas nasional dan memastikan bahwa semua faksi politik mematuhi kerangka kerja yang telah disepakati sebelumnya di Arab Saudi. Serangan udara ini juga dimaksudkan untuk melemahkan kemampuan logistik kelompok-kelompok yang dianggap menghambat proses perdamaian menyeluruh di Yaman yang telah dilanda perang selama bertahun-tahun.

Situasi di lapangan saat ini dilaporkan masih sangat cair dengan kekhawatiran akan meningkatnya jumlah korban serta kerusakan infrastruktur yang lebih luas. Masyarakat internasional terus memantau perkembangan ini dengan seksama, sembari mendesak semua pihak yang bertikai untuk segera menahan diri dan kembali ke meja perundingan guna mencegah krisis kemanusiaan yang lebih parah di semenanjung Arab tersebut.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua