SNANEPAPUA.COM – Kabar duka menyelimuti dunia internasional setelah Rosita Salvador Mabuiango, yang dikenal luas sebagai “bayi ajaib” dari Mozambik, dilaporkan meninggal dunia pada usia 25 tahun. Sosoknya pernah menjadi simbol harapan global ketika ia lahir di dahan pohon saat banjir bandang yang menghancurkan negaranya pada tahun 2000 silam.
Kisah kelahiran Rosita merupakan salah satu momen paling ikonik dalam sejarah bencana alam modern. Ibunya, Sofia Pedro, terpaksa memanjat pohon untuk menyelamatkan diri dari terjangan air bah yang menenggelamkan pemukiman mereka. Dalam kondisi yang sangat sulit dan tanpa bantuan medis sedikit pun, Sofia bertahan selama berhari-hari sebelum akhirnya melahirkan Rosita di atas ketinggian tersebut.
Momen penyelamatan mereka oleh helikopter militer Afrika Selatan saat itu sempat menjadi tajuk utama di berbagai media internasional. Rekaman video yang memperlihatkan bayi Rosita diangkat dari pohon sesaat setelah lahir menciptakan gelombang simpati yang luar biasa dari seluruh penjuru dunia. Sejak saat itu, ia dianggap sebagai bukti nyata ketangguhan manusia di tengah keputusasaan.
Selama dua dekade terakhir, kehidupan Rosita terus dipantau sebagai figur yang menginspirasi banyak orang. Meskipun tumbuh dalam kondisi yang penuh tantangan, keberadaannya selalu menjadi pengingat akan keajaiban hidup. Kepergiannya yang mendadak di usia muda ini tentu meninggalkan lubang besar bagi keluarga serta komunitas internasional yang telah mengikuti kisahnya sejak awal.
Meninggalnya Rosita Salvador Mabuiango menandai berakhirnya sebuah perjalanan hidup yang luar biasa yang dimulai dari sebuah dahan pohon di tengah bencana. Meskipun ia kini telah tiada, warisan kisahnya sebagai simbol kelangsungan hidup dan kekuatan seorang ibu akan tetap dikenang selamanya oleh masyarakat Mozambik dan dunia.
Editor: SnanePapua
