SNANEPAPUA.COM – Pemerintah Iran secara resmi melaporkan bahwa lebih dari 100 petugas keamanan mereka tewas dalam gelombang protes besar-besaran yang mengguncang negara tersebut. Meskipun pemerintah telah melakukan tindakan keras untuk meredam aksi massa, para demonstran dilaporkan tetap bertahan di jalan-jalan guna menyuarakan tuntutan mereka.
Situasi keamanan di Iran saat ini berada dalam titik kritis seiring dengan meningkatnya intensitas bentrokan antara aparat dan warga sipil. Laporan mengenai tewasnya ratusan personel keamanan ini menunjukkan betapa masifnya skala perlawanan yang terjadi di berbagai kota besar di seluruh penjuru negeri.
Di tengah gejolak domestik yang kian memanas, Ketua Parlemen Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Peringatan ini merupakan respons langsung terhadap ancaman serangan militer yang dilontarkan oleh Donald Trump, yang menyatakan kesiapan untuk melakukan tindakan militer terhadap Iran di tengah krisis nasional tersebut.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap upaya campur tangan asing, terutama dari pihak Barat, hanya akan memperkeruh suasana dan memicu instabilitas regional yang lebih luas. Mereka memperingatkan bahwa kedaulatan negara akan dipertahankan dengan segala cara jika ancaman militer dari luar benar-benar direalisasikan.
Hingga berita ini diturunkan, gelombang protes nasional masih terus berlangsung tanpa ada tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat. Masyarakat internasional kini mengawasi dengan saksama perkembangan di Teheran, mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya konfrontasi terbuka antara Iran dan Amerika Serikat yang dapat berdampak pada perdamaian global.
Cek Sumber Asli: Cek Sumber Asli
Editor: SnanePapua
