Januari 10, 2026

Ketegangan di Minneapolis: Massa Desak ICE Angkat Kaki Usai Penembakan Maut Wanita oleh Petugas

SNANEPAPUA.COM – Gelombang kemarahan massa pecah di jalanan Minneapolis menyusul insiden penembakan fatal yang dilakukan oleh petugas keamanan. Para demonstran berkumpul dalam aksi solidaritas untuk menyuarakan tuntutan tegas agar agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) segera meninggalkan kota tersebut karena dinilai memperburuk situasi keamanan warga.

Situasi di lapangan dilaporkan sempat memanas ketika pihak berwenang berupaya meredam aksi protes yang semakin masif. Petugas terpaksa melepaskan bahan kimia yang menyerupai gas air mata untuk membubarkan kerumunan yang memadati jalan-jalan utama. Meski demikian, massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat tetap bertahan di tengah kepulan asap kimia demi menuntut keadilan.

Aksi protes besar-besaran ini dipicu oleh peristiwa tragis yang terjadi sehari sebelumnya, di mana seorang petugas melepaskan tembakan yang berujung pada tewasnya seorang wanita. Insiden ini membangkitkan kembali luka lama dan ketegangan antara aparat penegak hukum dengan warga sipil di Minneapolis yang memang sudah lama membara akibat isu kekerasan aparat.

Para pengunjuk rasa terus meneriakkan slogan “ICE out” sebagai bentuk penolakan keras terhadap kehadiran otoritas imigrasi federal di wilayah mereka. Mereka berpendapat bahwa keberadaan lembaga tersebut justru menciptakan rasa takut dan ketidakamanan di tengah komunitas, terutama setelah adanya korban jiwa yang jatuh akibat tindakan represif petugas di lapangan.

Hingga saat ini, kondisi di Minneapolis masih dipantau secara ketat oleh berbagai lembaga hak asasi manusia. Tuntutan akan keadilan dan reformasi total dalam sistem penegakan hukum terus bergema di seantero kota, menuntut transparansi penuh atas penembakan yang terjadi serta evaluasi mendalam terhadap kebijakan keamanan yang diterapkan pemerintah setempat.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua