SNANEPAPUA.COM – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi kini tengah menjadi sorotan publik. Hal ini menyusul keputusan resmi untuk menghentikan kucuran dana bantuan operasional bagi Masjid Raya Bandung yang selama ini menjadi ikon religi di pusat Kota Bandung.
Keputusan tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan pihak terkait. Pasalnya, Masjid Raya Bandung merupakan salah satu pusat kegiatan keagamaan terbesar di Jawa Barat yang membutuhkan biaya perawatan serta operasional yang tidak sedikit setiap bulannya guna melayani ribuan jamaah.
Menanggapi polemik yang berkembang, jajaran anak buah Dedi Mulyadi akhirnya buka suara untuk memberikan klarifikasi. Pihak pemerintah provinsi menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap alokasi anggaran daerah agar lebih efektif dan sesuai dengan regulasi yang berlaku saat ini.
Meskipun bantuan operasional rutin dihentikan, Pemprov Jabar menegaskan bahwa mereka tetap memiliki perhatian terhadap keberlangsungan rumah ibadah. Terdapat rencana restrukturisasi manajemen pendanaan yang diharapkan dapat mendorong kemandirian pengelolaan masjid-masjid besar di bawah naungan atau koordinasi pemerintah provinsi.
Saat ini, pihak pengelola Masjid Raya Bandung diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pendanaan internal sembari menunggu koordinasi lebih lanjut mengenai skema dukungan di masa depan. Polemik ini diharapkan segera menemukan titik temu demi kenyamanan ibadah masyarakat dan kelestarian bangunan bersejarah tersebut.
Editor: SnanePapua
