SNANEPAPUA.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, membawa kabar positif bagi dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara. Dalam keterangan resminya, ia memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di daerah-daerah tersebut akan segera dimulai kembali secara serentak pada tanggal 5 Januari 2026 mendatang.
Kepastian ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjamin keberlangsungan pendidikan bagi para siswa meskipun di tengah situasi pemulihan pasca-bencana. Abdul Mu’ti menekankan bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan tidak boleh terhenti terlalu lama, mengingat pentingnya stabilitas rutinitas bagi anak-anak di masa sulit seperti saat ini.
Pemerintah melalui kementerian terkait telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah di Sumatra Utara untuk memetakan sekolah-sekolah yang terdampak. Berbagai persiapan teknis, mulai dari penyediaan ruang kelas darurat hingga distribusi logistik pendidikan, terus dikebut agar target pembukaan sekolah pada awal Januari tersebut dapat terealisasi tanpa kendala berarti.
Selain fokus pada infrastruktur, Mendikdasmen juga menaruh perhatian besar pada aspek psikososial para pelajar dan tenaga pendidik. Program pendampingan untuk memulihkan trauma akibat bencana akan menjadi bagian dari agenda awal masuk sekolah, guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah di wilayah terdampak.
Diharapkan dengan dimulainya kembali aktivitas sekolah ini, semangat para siswa di Sumatra Utara dapat bangkit kembali. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk memastikan proses transisi ini berjalan lancar demi masa depan generasi muda di wilayah tersebut.
Editor: SnanePapua
