SNANEPAPUA.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah dalam membantu warga terdampak bencana di wilayah Sumatera, khususnya bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat terseret arus banjir atau hanyut. Pemerintah telah menyiapkan skema bantuan dana stimulan untuk pembangunan kembali rumah-rumah tersebut agar masyarakat dapat segera memiliki hunian yang layak.
Dalam kunjungannya ke lokasi terdampak, Tito memberikan instruksi khusus kepada jajaran pemerintah daerah untuk segera melakukan pendataan secara akurat dan cepat. Ia memberikan tenggat waktu yang sangat singkat, yakni selama tiga hari, agar seluruh data warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sedang, maupun hanyut dapat segera diverifikasi dan dilaporkan ke pemerintah pusat guna proses pencairan bantuan.
Besaran bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah bervariasi, disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan yang dialami oleh warga. Untuk warga yang rumahnya hanyut atau hilang total akibat terjangan bencana, pemerintah telah mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp60 juta. Dana ini ditujukan sebagai modal utama bagi warga untuk membangun ulang hunian mereka di lokasi yang lebih aman.
Selain bantuan untuk rumah yang hanyut, pemerintah juga memberikan perhatian pada rumah-rumah yang mengalami kerusakan parsial. Skema bantuan dana perbaikan disiapkan dengan nominal berkisar antara Rp15 juta hingga Rp30 juta, tergantung pada hasil verifikasi tingkat kerusakan di lapangan. Langkah ini diambil agar proses pemulihan infrastruktur dasar masyarakat dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien.
Mendagri Tito Karnavian menekankan bahwa koordinasi antar-lembaga dan transparansi data sangat krusial agar penyaluran bantuan ini tepat sasaran dan tidak terkendala oleh birokrasi yang berbelit. Diharapkan dengan adanya bantuan stimulan ini, beban psikologis dan ekonomi masyarakat terdampak dapat berkurang, serta proses rehabilitasi pasca-bencana di Sumatera dapat segera tuntas.
Editor: SnanePapua
