Januari 10, 2026

Jejak Karier Yaqut Cholil Qoumas: Dari Kursi Menteri Agama Hingga Terseret Kasus Korupsi Kuota Haji

SNANEPAPUA.COM – Kabar mengejutkan datang dari ranah hukum nasional setelah Yaqut Cholil Qoumas secara resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Sosok yang pernah dipercaya oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, untuk menahkodai Kementerian Agama dalam Kabinet Indonesia Maju ini kini harus menghadapi proses hukum yang cukup berat terkait kebijakan yang diambilnya selama menjabat.

Penetapan status tersangka ini bermula dari penyelidikan mendalam mengenai dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pendistribusian kuota haji yang menjadi hak masyarakat. Kasus ini menjadi sorotan tajam publik mengingat urusan haji merupakan aspek yang sangat krusial bagi umat Islam di Indonesia, di mana transparansi dan keadilan menjadi harapan utama dalam setiap pelaksanaannya.

Sebelum terjun ke dunia birokrasi sebagai menteri, Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut dikenal luas sebagai tokoh organisasi pemuda. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, sebuah organisasi otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Latar belakangnya yang kuat di organisasi keagamaan membuatnya sempat dipandang sebagai figur yang tepat untuk membawa semangat moderasi beragama di tanah air.

Selama masa jabatannya sebagai Menteri Agama, Yaqut seringkali melontarkan pernyataan-pernyataan yang memicu diskursus publik mengenai keberagaman dan toleransi. Namun, karier politiknya kini diuji dengan adanya tuduhan korupsi yang menyasar inti dari tata kelola kementerian yang dipimpinnya. Hal ini menambah daftar panjang pejabat publik yang terjerat masalah hukum setelah masa pengabdian mereka di pemerintahan berakhir.

Publik kini menantikan langkah-langkah hukum selanjutnya dari pihak berwenang untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan serta dampak dari dugaan korupsi kuota haji tersebut. Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi para pemangku kebijakan tentang betapa krusialnya integritas dalam mengelola amanah, terutama yang berkaitan langsung dengan kepentingan ibadah masyarakat luas.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua