SNANEPAPUA.COM – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, secara terbuka memberikan pembelaan terhadap tindakan agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) dalam sebuah insiden fatal yang terjadi di Minneapolis. Dalam pernyataannya, Vance menegaskan dukungannya terhadap para petugas lapangan yang terlibat dalam peristiwa penembakan seorang wanita di dalam mobilnya tersebut.
Insiden yang memicu kontroversi luas ini terjadi ketika agen-agen ICE sedang menjalankan tugas operasional mereka di wilayah Minneapolis. Penembakan tersebut mengakibatkan hilangnya nyawa seorang wanita, yang kemudian memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan masyarakat serta organisasi hak asasi manusia di seluruh Amerika Serikat.
Namun, JD Vance justru menyoroti cara media massa melaporkan kejadian tersebut dengan nada yang sangat keras. Ia menyebut cakupan pemberitaan yang berkembang saat ini sebagai sebuah ‘penghinaan mutlak’ (absolute disgrace) karena dianggap menyudutkan aparat penegak hukum tanpa mempertimbangkan risiko tugas yang dihadapi para agen.
Menurut pandangan Vance, narasi yang dibangun oleh banyak media cenderung berat sebelah dan tidak memberikan ruang bagi perspektif keamanan nasional yang sedang dijalankan oleh lembaga ICE. Ia berpendapat bahwa petugas seringkali berada dalam situasi yang sangat tertekan dan harus mengambil keputusan cepat demi penegakan hukum imigrasi serta keamanan publik.
Pernyataan tegas dari orang nomor dua di Amerika Serikat ini diprediksi akan semakin memperuncing perdebatan nasional mengenai akuntabilitas lembaga penegak hukum. Hingga saat ini, penyelidikan lebih mendalam mengenai detail kronologi kejadian di Minneapolis masih terus berlangsung untuk memastikan transparansi bagi semua pihak terkait.
Editor: SnanePapua
