SNANEPAPUA.COM – Arus lalu lintas di jalur utama Pantura yang menghubungkan wilayah Kudus dan Pati dilaporkan mengalami kemacetan parah akibat genangan banjir yang merendam sejumlah titik vital. Kondisi ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir, sehingga menyebabkan debit air meluap ke badan jalan.
Titik kemacetan paling krusial terpantau berada di kawasan Ngembalrejo. Ketinggian air yang merendam jalan membuat para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, harus melambatkan laju kendaraannya demi keamanan. Hal ini mengakibatkan terjadinya antrean panjang kendaraan yang mengular dari kedua arah, baik yang menuju Pati maupun sebaliknya ke arah Kudus.
Selain permasalahan banjir di jalur transportasi utama, bencana alam berupa tanah longsor juga dilaporkan melanda wilayah Kudus. Berdasarkan data terkini, setidaknya terdapat tiga unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terdampak material longsoran. Musibah ini menambah daftar panjang dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Tengah di awal tahun 2026.
Pihak berwenang dan tim penanggulangan bencana setempat terus melakukan pemantauan intensif di lokasi-lokasi rawan. Warga yang bermukim di daerah perbukitan serta di sepanjang bantaran sungai diminta untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi adanya bencana susulan yang mungkin terjadi sewaktu-waktu.
Bagi para pengguna jalan yang berencana melintasi jalur Pantura Kudus-Pati, sangat disarankan untuk mempertimbangkan jalur alternatif atau menunda keberangkatan jika kondisi cuaca sedang buruk. Keselamatan dalam berkendara tetap menjadi hal utama yang harus diperhatikan di tengah situasi cuaca yang belum menentu saat ini.
Editor: SnanePapua
