SNANEPAPUA.COM – Kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta masih belum sepenuhnya surut hingga Selasa siang. Berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 11 Rukun Tetangga (RT) dilaporkan masih terendam air dengan ketinggian yang bervariasi, memaksa warga untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air yang sewaktu-waktu bisa terjadi kembali.
Situasi ini mengakibatkan ribuan warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka demi keamanan dan keselamatan jiwa. Hingga saat ini, proses evakuasi terus dilakukan oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan untuk memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan akses ke tempat perlindungan sementara yang lebih aman.
Di berbagai titik pengungsian yang telah disediakan, para warga mulai mengharapkan bantuan logistik dasar seperti pasokan makanan siap saji, air bersih, selimut, dan kebutuhan bayi. Pemerintah daerah melalui instansi terkait sedang berupaya keras menyalurkan bantuan secara merata ke lokasi-lokasi yang paling parah terdampak banjir guna meringankan beban para pengungsi.
Meskipun intensitas hujan di beberapa wilayah mulai menunjukkan penurunan, genangan air di 11 RT tersebut masih sulit untuk surut dengan cepat. Kondisi ini diduga dipicu oleh buruknya sistem drainase lokal serta tingginya luapan air sungai yang melintasi kawasan pemukiman warga, sehingga aliran air menuju saluran pembuangan menjadi terhambat.
Pihak berwenang terus memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat Jakarta untuk tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem dan hujan susulan. Koordinasi antar instansi terus diperkuat guna mempercepat penanganan pascabanjir serta meminimalisir risiko kerugian materiil maupun non-materiil bagi warga yang terdampak bencana ini.
Editor: SnanePapua
