Januari 10, 2026

Istana Akhirnya Buka Suara Terkait Gelombang Penolakan Wacana Pilkada Lewat DPRD

SNANEPAPUA.COM – Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait munculnya gelombang penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Isu ini menjadi sorotan publik setelah usulan tersebut memicu perdebatan hangat di tengah masyarakat yang menginginkan sistem pemilihan langsung tetap dipertahankan sebagai pilar utama demokrasi Indonesia.

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah senantiasa mendengarkan setiap aspirasi yang berkembang di masyarakat, termasuk kritik tajam dan keberatan terhadap rencana perubahan mekanisme demokrasi di tingkat daerah tersebut. Menurutnya, dinamika perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dan sehat dalam sebuah negara demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan berekspresi serta partisipasi aktif warga negara.

Meskipun wacana tersebut terus bergulir di ruang publik, pihak Istana memastikan bahwa hingga saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan stabilitas politik nasional dan kualitas demokrasi tetap terjaga dengan baik. Penolakan masif dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan akademisi, pengamat politik, hingga aktivis demokrasi, menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam mengkaji setiap kebijakan strategis yang akan diambil ke depannya.

Sebagaimana diketahui, usulan untuk mengembalikan mekanisme Pilkada ke tangan DPRD dipandang oleh banyak pihak sebagai sebuah langkah mundur dalam proses pendewasaan demokrasi di tanah air. Kekhawatiran utama yang muncul adalah sistem ini akan menjauhkan rakyat dari hak pilihnya secara langsung dan dikhawatirkan berpotensi menyuburkan kembali praktik politik transaksional di lingkungan legislatif daerah.

Ke depannya, pemerintah diharapkan dapat segera memberikan kepastian hukum dan menjaga komitmen terhadap sistem pemilihan yang transparan, adil, serta akuntabel. Dialog yang inklusif antara pemerintah, pihak legislatif, dan organisasi masyarakat sipil menjadi kunci utama untuk meredam polemik ini agar tidak menimbulkan ketidakpastian politik yang berkepanjangan di seluruh wilayah Indonesia.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua