SNANEPAPUA.COM – Laporan terbaru berdasarkan analisis citra satelit mengungkapkan adanya pergerakan signifikan dari pasukan militer Israel di sepanjang wilayah perbatasan Jalur Gaza. Rekaman udara tersebut menunjukkan bahwa militer Israel tengah melakukan reposisi blok-blok beton berwarna kuning yang selama ini menjadi penanda batas wilayah atau yang dikenal secara luas sebagai ‘garis kuning’ (yellow line).
Perpindahan blok beton ini dilaporkan terjadi hingga ratusan meter masuk lebih dalam ke wilayah Gaza dari titik koordinat asalnya. Tindakan sepihak ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai adanya upaya perubahan batas wilayah secara fisik di tengah situasi konflik yang masih belum mereda di kawasan tersebut.
Analisis visual dari citra satelit menunjukkan bahwa penempatan ulang material beton tersebut bukan merupakan aktivitas konstruksi rutin, melainkan sebuah langkah sistematis untuk menggeser garis demarkasi. Blok-blok kuning yang biasanya berfungsi sebagai pembatas visual kini terlihat telah dipindahkan jauh ke dalam area yang secara administratif merupakan bagian dari wilayah Gaza.
Langkah Israel dalam menggeser garis kuning ini dinilai memiliki implikasi strategis dan hukum internasional yang sangat serius. Para pengamat militer berpendapat bahwa perubahan fisik di lapangan dapat digunakan untuk memperluas zona penyangga (buffer zone) atau mengamankan posisi taktis militer yang lebih menguntungkan bagi pasukan Israel di masa mendatang.
Hingga saat ini, perkembangan di perbatasan Gaza terus dipantau secara ketat oleh berbagai lembaga internasional melalui teknologi penginderaan jauh. Pergeseran garis pembatas ini menambah kompleksitas dinamika konflik, di mana perubahan fisik di lapangan seringkali menjadi awal dari perubahan status quo wilayah yang lebih permanen.
Editor: SnanePapua
