Januari 11, 2026

Ironi Pemilu Myanmar: Memungut Suara di Hpapun, ‘Kota Hantu’ yang Kini Tak Berpenghuni

SNANEPAPUA.COM – Pelaksanaan tahap kedua pemilihan umum di Myanmar menyisakan cerita ironis dari sebuah wilayah bernama Hpapun. Kota yang dahulunya dikenal sebagai pusat kegiatan yang ramai, kini harus menyandang status sebagai "kota hantu" saat proses demokrasi tersebut dilangsungkan pada hari Minggu kemarin.

Hpapun bukanlah wilayah sembarangan dalam peta sejarah Myanmar. Di masa kejayaannya, kota ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi yang signifikan, bahkan memiliki bandar udara sendiri yang melayani mobilitas penduduk dan logistik. Namun, gemerlap masa lalu tersebut kini sirna ditelan konflik dan perubahan situasi politik yang drastis.

Kondisi terkini di Hpapun sangat memprihatinkan karena hampir seluruh sudut kota tampak mati. Jalan-jalan yang dulunya dipenuhi aktivitas warga kini terlihat lengang dan sunyi. Bangunan-bangunan kosong menjadi saksi bisu eksodus besar-besaran penduduk yang meninggalkan rumah mereka demi mencari keamanan di tempat lain, meninggalkan kota tersebut tanpa denyut kehidupan.

Meskipun kota ini hampir tidak berpenghuni, otoritas terkait tetap menyelenggarakan pemungutan suara sebagai bagian dari fase kedua pemilu nasional. Langkah ini memicu kritik tajam dan skeptisisme dari berbagai pihak yang mempertanyakan validitas serta tujuan dari pemungutan suara di wilayah yang sudah ditinggalkan oleh masyarakatnya secara masif.

Banyak pengamat menilai bahwa pemilu di Hpapun hanyalah sebuah formalitas administratif belaka yang kehilangan makna hakikinya. Tanpa adanya pemilih yang nyata dan partisipasi aktif masyarakat setempat, hasil dari proses politik ini dianggap tidak akan mampu merepresentasikan aspirasi rakyat yang seharusnya menjadi inti dari setiap pesta demokrasi di mana pun berada.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua