Januari 13, 2026

Iran Membara: Gelombang Protes Massal Berujung Maut dan Pemutusan Akses Internet Total

SNANEPAPUA.COM – Gelombang protes besar-besaran tengah melanda berbagai wilayah di Iran, memicu ketegangan yang meningkat tajam antara warga sipil dan aparat keamanan. Laporan terbaru menunjukkan bahwa situasi di lapangan semakin memburuk seiring dengan tindakan keras yang diambil pemerintah untuk meredam aksi massa yang meluas di berbagai kota besar.

Aksi unjuk rasa ini dilaporkan telah memakan korban jiwa dalam jumlah yang mengkhawatirkan. Meskipun angka pasti sulit diverifikasi secara independen karena keterbatasan akses informasi, berbagai sumber di lapangan menyebutkan adanya beberapa kematian akibat bentrokan fisik yang terjadi di jalanan. Eskalasi kekerasan ini menarik perhatian serius dari komunitas internasional yang mengkhawatirkan keselamatan warga sipil.

Selain tindakan fisik di lapangan, pemerintah Iran juga dilaporkan melakukan pemutusan akses internet secara total atau ‘blackout’ di beberapa wilayah strategis. Langkah drastis ini diyakini sebagai upaya sistematis untuk membatasi penyebaran informasi ke dunia luar serta memutus jalur koordinasi antar pengunjuk rasa di media sosial. Pemadaman ini menyebabkan isolasi informasi yang signifikan bagi penduduk setempat.

Protes yang meluas ini mencerminkan ketidakpuasan mendalam di kalangan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap memberatkan. Isu-isu fundamental terkait ekonomi, hak sosial, dan kebebasan politik menjadi pemicu utama yang menggerakkan ribuan orang untuk turun ke jalan, meskipun mereka menyadari risiko besar yang harus dihadapi di bawah tekanan aparat keamanan.

Hingga saat ini, situasi di Iran masih sangat fluktuatif dan penuh dengan ketidakpastian mengenai kapan stabilitas akan kembali pulih. Dunia internasional terus memantau perkembangan ini dengan seksama, sembari mendesak pemerintah setempat untuk menahan diri dari penggunaan kekuatan mematikan dan menghormati hak-hak dasar warga negaranya dalam menyuarakan aspirasi.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua