SNANEPAPUA.COM – Pemerintah Iran dilaporkan telah mengambil langkah drastis dengan memutus akses internet secara total di berbagai wilayah negara tersebut. Kebijakan ini diambil menyusul eskalasi aksi protes yang semakin memanas di ibu kota Tehran dan sejumlah kota besar lainnya dalam beberapa hari terakhir.
Pemutusan jaringan komunikasi digital ini diduga kuat sebagai upaya otoritas keamanan untuk membendung koordinasi antar demonstran. Dengan lumpuhnya akses internet, masyarakat kini menghadapi kesulitan besar untuk membagikan informasi terkini mengenai situasi di lapangan maupun merencanakan aksi demonstrasi lanjutan yang telah dijadwalkan oleh para aktivis.
Situasi di Tehran dilaporkan terus menegang setelah ribuan warga turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka terhadap kebijakan pemerintah. Eskalasi protes yang semula berjalan damai kini berubah menjadi bentrokan di beberapa titik krusial, memicu respons keras dari aparat keamanan setempat yang berupaya memulihkan ketertiban dengan pengamanan ketat.
Dampak dari pemutusan internet ini tidak hanya memengaruhi koordinasi massa di lapangan, tetapi juga melumpuhkan berbagai sektor layanan publik dan aktivitas ekonomi yang sangat bergantung pada konektivitas digital. Dunia internasional kini tengah menyoroti langkah Iran yang dianggap melanggar hak dasar warga negara terkait kebebasan berekspresi dan akses terhadap informasi.
Meskipun akses komunikasi dibatasi secara ketat, para pengunjuk rasa dikabarkan tetap bertekad untuk melanjutkan aksi mereka di jalanan. Ketegangan diprediksi akan terus meningkat selama tuntutan massa belum terpenuhi dan pembatasan akses informasi masih terus diberlakukan secara represif oleh pemerintah Iran.
Editor: SnanePapua
