SNANEPAPUA.COM – Iran dilaporkan tengah mengalami pemutusan akses internet secara total di seluruh wilayah negara tersebut. Menurut laporan pemantau jaringan global NetBlocks, gangguan ini merupakan eskalasi terbaru dari tindakan sensor digital yang dilakukan pemerintah setempat dalam merespons gelombang protes yang kian meluas di berbagai kota besar.
Pemutusan koneksi berskala nasional ini terjadi secara mendadak dan melumpuhkan hampir seluruh aktivitas digital di negara tersebut. NetBlocks mencatat bahwa insiden ini merupakan salah satu gangguan internet paling signifikan yang pernah dialami Iran, di mana akses ke media sosial dan layanan pesan instan populer menjadi mustahil dilakukan oleh warga sipil maupun pelaku bisnis.
Langkah drastis ini diyakini sebagai upaya sistematis pihak berwenang untuk membungkam suara demonstran dan mencegah penyebaran informasi terkait aksi protes yang sedang berlangsung. Dengan memutus jalur komunikasi digital, pemerintah berupaya membatasi koordinasi antar pengunjuk rasa serta menutupi kejadian di lapangan dari pantauan dunia internasional yang terus memantau situasi keamanan di sana.
Sebelum terjadinya pemadaman total ini, Iran sebenarnya telah menerapkan serangkaian tindakan sensor digital yang semakin ketat dalam beberapa pekan terakhir. Mulai dari pemblokiran platform tertentu secara selektif hingga pelambatan kecepatan jaringan di wilayah-wilayah yang menjadi pusat aksi massa. Namun, pemadaman total kali ini menunjukkan tingkat eskalasi yang jauh lebih serius dalam upaya pengendalian informasi.
Situasi ini memicu kekhawatiran global mengenai potensi pelanggaran hak asasi manusia dan pembatasan kebebasan berekspresi. Berbagai organisasi internasional kini mendesak agar akses internet segera dipulihkan sepenuhnya guna menjamin keselamatan warga dan memastikan adanya transparansi informasi di tengah ketegangan politik yang terus meningkat di wilayah tersebut.
Editor: SnanePapua
