SNANEPAPUA.COM – Kondisi tumpukan sampah yang menyerupai gunungan di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kini tengah menjadi sorotan tajam dan perhatian publik. Fenomena penumpukan limbah ini memicu berbagai keluhan dari warga sekitar yang merasa sangat terganggu dengan pemandangan serta aroma tidak sedap yang ditimbulkan setiap harinya.
Keberadaan gunungan sampah ini bukan sekadar masalah estetika kota semata, melainkan sudah masuk dalam tahap yang mengkhawatirkan. Warga setempat mengungkapkan bahwa volume sampah yang terus meningkat setiap harinya belum tertangani secara maksimal oleh pihak terkait, sehingga menimbulkan penumpukan yang signifikan di area pasar tersebut tanpa adanya pengangkutan yang rutin.
Selain mengganggu kenyamanan lingkungan, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait dampak kesehatan jangka panjang bagi masyarakat. Lingkungan yang kotor dan lembap menjadi tempat ideal bagi berkembang biaknya berbagai vektor penyakit, mulai dari lalat hingga tikus, yang berpotensi menyebarkan wabah di lingkungan padat penduduk tersebut.
Para pedagang dan pengunjung pasar juga merasakan dampak langsung dari menurunnya kualitas udara di sekitar lokasi. Aroma menyengat yang keluar dari tumpukan sampah organik dan anorganik tersebut dinilai dapat menurunkan minat pembeli untuk datang berkunjung, yang pada akhirnya dikhawatirkan akan merugikan roda ekonomi di salah satu pasar induk terbesar di Jakarta tersebut.
Hingga saat ini, masyarakat sangat berharap adanya langkah konkret dan cepat dari pemerintah daerah maupun pihak pengelola pasar untuk segera melakukan pembersihan total. Diperlukan sistem pengelolaan limbah yang lebih efisien dan terpadu agar permasalahan serupa tidak terus berulang di masa depan demi menjaga kesehatan bersama.
Editor: SnanePapua
