Januari 9, 2026

Gereja di China Digerebek: Pemimpin Ditangkap dan Bangunan Dirobohkan, Tekanan Terhadap Umat Kristiani Meningkat

SNANEPAPUA.COM – Pemerintah China dilaporkan kembali meningkatkan tekanan terhadap komunitas Kristen di wilayahnya melalui serangkaian tindakan keras yang terkoordinasi. Kabar terbaru menyebutkan adanya penangkapan terhadap para pemimpin gereja berpengaruh serta penghancuran fisik bangunan gereja oleh otoritas setempat di tengah pengawasan ketat negara.

Berdasarkan laporan dari berbagai kelompok pemantau hak asasi manusia, para pemimpin dari Gereja Early Rain Covenant, yang dikenal sebagai salah satu gereja rumah paling vokal dan berpengaruh di China, telah ditahan. Penangkapan ini menandai babak baru dalam sejarah panjang intimidasi yang dialami oleh jemaat tersebut sejak beberapa tahun terakhir.

Selain tindakan represif terhadap individu, otoritas juga menyasar infrastruktur fisik tempat peribadatan. Gereja Yayang dilaporkan sedang dalam proses pembongkaran paksa oleh pemerintah. Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa alat berat telah dikerahkan untuk meratakan bangunan yang selama ini menjadi pusat aktivitas keagamaan bagi warga setempat.

Para pengamat internasional menilai bahwa langkah-langkah agresif ini merupakan bagian dari kampanye sistematis Beijing untuk memperketat kontrol terhadap kegiatan keagamaan yang tidak terdaftar secara resmi. Kebijakan ini sering dikaitkan dengan upaya pemerintah dalam mendorong agenda “sinisisasi” agama, guna memastikan seluruh praktik kepercayaan sejalan dengan ideologi dan regulasi negara.

Hingga saat ini, situasi di lokasi-lokasi terkait dilaporkan masih sangat tegang dengan pengawasan ketat dari aparat keamanan. Komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan terus menyuarakan keprihatinan mereka atas memburuknya kondisi kebebasan beragama dan hak asasi manusia di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua