SNANEPAPUA.COM – Situasi di Suriah kembali memanas setelah sebuah serangan drone dilaporkan menghantam gedung kegubernuran di Aleppo. Insiden mengejutkan ini terjadi tak lama setelah tentara pemerintah Suriah mengumumkan gencatan senjata secara resmi, yang seharusnya membawa ketenangan sejenak di wilayah yang dilanda konflik tersebut.
Serangan udara yang menargetkan pusat administrasi ini menandakan adanya perluasan permusuhan yang signifikan. Sebelumnya, eskalasi kekerasan hanya terkonsentrasi di lingkungan Ashrafieh dan Sheikh Maqsoud, namun kini serangan telah merembet ke jantung pemerintahan kota, menciptakan ketidakpastian baru bagi stabilitas kawasan.
Ledakan yang menghantam kantor gubernur tersebut memicu kepanikan massal di antara staf dan warga sekitar. Meskipun rincian mengenai jumlah korban jiwa atau luka-luka masih dalam tahap verifikasi, kerusakan fisik pada bangunan utama dilaporkan cukup serius, menambah daftar panjang infrastruktur yang hancur akibat perang.
Gencatan senjata yang dideklarasikan oleh militer Suriah sebelumnya dipandang sebagai upaya untuk meredakan ketegangan. Namun, dengan adanya serangan drone yang presisi ini, banyak pihak menilai bahwa kesepakatan damai di lapangan sangat rapuh dan mudah dilanggar oleh pihak-pihak yang bertikai.
Hingga saat ini, belum ada kelompok yang secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kondisi di Aleppo tetap mencekam seiring dengan militer yang kembali meningkatkan kewaspadaan tinggi guna mengantisipasi serangan susulan yang mungkin terjadi di tengah situasi yang tidak menentu ini.
Editor: SnanePapua
