SNANEPAPUA.COM – Gelombang aksi unjuk rasa buruh dipastikan akan kembali memadati jalanan pada esok hari. Aksi massa ini merupakan bentuk perlawanan dan protes keras terhadap kebijakan upah minimum yang telah ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, serta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Massa buruh menilai bahwa angka upah minimum yang diputuskan oleh kedua kepala daerah tersebut tidak sebanding dengan beban ekonomi yang semakin berat. Demonstrasi ini diprediksi akan melibatkan ribuan pekerja dari berbagai elemen serikat buruh yang merasa aspirasi mereka tidak terakomodasi dalam penetapan upah tahun ini.
Fokus utama dari aksi besok adalah menuntut adanya revisi atas kebijakan pengupahan yang dianggap tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil. Para buruh memandang bahwa keputusan Pramono Anung di Jakarta dan Dedi Mulyadi di Jawa Barat perlu ditinjau kembali demi menjaga daya beli masyarakat pekerja di dua wilayah ekonomi terbesar tersebut.
Pihak kepolisian dan aparat keamanan dikabarkan telah bersiap untuk mengawal jalannya aksi guna memastikan situasi tetap kondusif. Titik-titik sentral seperti kantor gubernur dan pusat pemerintahan diperkirakan akan menjadi pusat konsentrasi massa, yang berpotensi menimbulkan pengalihan arus lalu lintas di sekitarnya.
Para pimpinan serikat buruh menegaskan bahwa aksi ini hanyalah permulaan jika tuntutan mereka tidak segera didengar oleh pemerintah daerah. Mereka berharap adanya ruang dialog yang lebih adil agar kebijakan upah minimum dapat mencerminkan kondisi riil kebutuhan hidup layak bagi para pekerja saat ini.
Editor: SnanePapua
