SNANEPAPUA.COM – Situasi politik di Venezuela semakin memanas setelah Jaksa Agung Tarek William Rodriguez melontarkan pernyataan keras terkait penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Rodriguez dengan tegas membantah adanya keterlibatan agen asing dalam pemerintahan saat ini dan menyebut tindakan penangkapan tersebut sebagai bentuk terorisme yang nyata terhadap kedaulatan negara.
Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian global mengenai suksesi kepemimpinan di negara Amerika Latin tersebut. Rodriguez menekankan bahwa kedaulatan Venezuela harus dihormati oleh semua pihak, dan segala bentuk intervensi eksternal hanya akan memperkeruh suasana keamanan nasional yang saat ini sedang berada dalam kondisi kritis pasca-penangkapan pemimpin tertinggi mereka.
Di sisi lain, peran Amerika Serikat dalam peristiwa dramatis ini masih menjadi tanda tanya besar bagi komunitas internasional. Meskipun Washington telah lama menjadi pengkritik keras rezim Maduro, hingga saat ini belum ada kejelasan resmi mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pemerintah AS terkait status hukum dan politik Venezuela ke depannya.
Jaksa Agung Rodriguez juga menyoroti bahwa tidak ada satu pun “agen asing” yang mengendalikan urusan dalam negeri Venezuela saat ini. Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum dan militer tetap berkomitmen penuh pada konstitusi negara, meskipun tekanan internasional terus meningkat tajam setelah penangkapan sejumlah tokoh kunci di lingkaran pemerintahan.
Sementara itu, dunia internasional terus memantau perkembangan di Caracas dengan seksama untuk melihat bagaimana transisi kekuasaan akan berlangsung. Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa ketegangan antara pendukung setia Maduro dan kelompok oposisi dapat memicu konflik sipil yang lebih luas jika tidak segera ditemukan solusi diplomatik yang stabil.
Editor: SnanePapua
