SNANEPAPUA.COM – Pemerintah junta militer Burkina Faso secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menggagalkan sebuah plot besar yang bertujuan untuk membunuh pemimpin negara tersebut, Kapten Ibrahim Traoré. Pengumuman ini mengejutkan publik internasional karena melibatkan tuduhan serius terhadap adanya campur tangan pihak asing dalam upaya destabilisasi negara.
Menteri Keamanan Burkina Faso dalam sebuah pernyataan tegas menuduh negara tetangga, Pantai Gading, sebagai pihak yang berada di balik pendanaan rencana jahat tersebut. Tuduhan ini menambah ketegangan diplomatik yang sudah ada sebelumnya antara kedua negara di kawasan Afrika Barat tersebut, yang kini berada di titik nadir.
Kapten Ibrahim Traoré, yang meraih kekuasaan melalui kudeta militer, saat ini memang tengah berjuang menghadapi berbagai tantangan keamanan internal yang kompleks. Namun, klaim mengenai adanya upaya pembunuhan yang terorganisir dan didanai secara eksternal menandai eskalasi baru dalam dinamika politik regional yang semakin memanas dan penuh kecurigaan.
Pihak junta mengklaim telah mengantongi sejumlah bukti kuat yang menunjukkan adanya keterlibatan aktor-aktor tertentu dalam upaya penggulingan kekuasaan secara ilegal melalui kekerasan. Meskipun tuduhan ini sangat spesifik dan berisiko memicu konflik lebih luas, pihak pemerintah Pantai Gading sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi guna menanggapi klaim yang dilontarkan oleh otoritas Burkina Faso.
Situasi di wilayah tersebut kini dalam pengawasan ketat oleh para pengamat internasional dan organisasi regional, mengingat dampak stabilitas yang mungkin timbul akibat perselisihan ini. Keamanan di sekitar Kapten Traoré pun dikabarkan semakin diperketat guna mencegah adanya upaya susulan yang dapat mengancam keselamatan sang pemimpin junta dan kedaulatan negara.
Editor: SnanePapua
