SNANEPAPUA.COM – Kemunculan fenomena alam berupa lubang raksasa atau yang lebih dikenal dengan sebutan sinkhole di area lahan milik warga baru-baru ini memicu kekhawatiran sekaligus rasa penasaran masyarakat luas. Kejadian yang tergolong langka dan mendadak ini langsung mendapatkan perhatian serius dari otoritas terkait guna memastikan keamanan lingkungan sekitar serta mencari tahu penyebab pasti dari amblasnya tanah tersebut.
Merespons kejadian tersebut, Tim Ahli Badan Geologi Bandung dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan mendalam. Tim tersebut bertugas memetakan dimensi lubang, memeriksa struktur tanah, serta menganalisis faktor-faktor pemicu yang menyebabkan tanah ambles secara tiba-tiba hingga membentuk kawah yang cukup besar dan dalam.
Berdasarkan keterangan awal dari sisi geologi, fenomena sinkhole biasanya terjadi di wilayah yang memiliki struktur batuan dasar yang mudah larut, seperti batuan gamping atau kawasan karst. Air hujan atau aliran air bawah tanah yang bersifat asam secara perlahan melarutkan batuan di bawah permukaan selama bertahun-tahun, menciptakan rongga-rongga besar yang tersembunyi. Ketika lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban karena rongga di bawahnya terlalu luas, permukaan tanah akan runtuh ke dalam secara seketika.
Selain faktor alami, para ahli juga menyoroti bahwa aktivitas manusia dan perubahan lingkungan dapat mempercepat terjadinya sinkhole. Pemanfaatan air tanah yang berlebihan secara terus-menerus atau adanya kebocoran pada sistem drainase besar dapat melemahkan stabilitas struktur tanah di bawah permukaan. Penyelidikan oleh Badan Geologi diharapkan dapat memberikan gambaran apakah aktivitas di sekitar lokasi pemukiman turut berkontribusi terhadap amblesnya lahan warga tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mendekati area lubang raksasa tersebut karena potensi longsoran susulan atau perluasan lubang masih mungkin terjadi, terutama saat curah hujan tinggi. Tim ahli akan terus memantau perkembangan di lokasi dan memberikan rekomendasi teknis kepada pemerintah daerah setempat untuk langkah mitigasi lebih lanjut agar fenomena serupa tidak menimbulkan kerugian materiil maupun korban jiwa di masa mendatang.
Editor: SnanePapua
