Januari 11, 2026

Elon Musk Batasi Fitur Gambar Grok AI Usai Skandal Deepfake, PM Inggris: Ini Menghina Korban!

SNANEPAPUA.COM – Platform media sosial X milik Elon Musk resmi mengambil langkah untuk membatasi fitur pembuatan gambar pada bot kecerdasan buatan (AI) mereka, Grok. Keputusan ini diambil menyusul gelombang kritik tajam dan kecaman publik terkait penyebaran konten deepfake yang semakin tidak terkendali di platform tersebut.

Langkah pembatasan ini dilakukan dengan mengubah akses pembuatan gambar menjadi fitur eksklusif yang hanya tersedia bagi pelanggan berbayar. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menekan penyalahgunaan teknologi AI yang mampu menghasilkan gambar manipulatif secara realistis, yang belakangan ini banyak merugikan tokoh publik maupun warga biasa.

Namun, kebijakan baru Elon Musk ini justru memicu reaksi keras dari Pemerintah Inggris. Kantor Perdana Menteri Keir Starmer secara terbuka menyatakan bahwa membatasi akses pembuatan gambar hanya untuk pelanggan premium adalah sebuah tindakan yang ‘menghina’ para korban deepfake. Pemerintah Inggris menilai langkah tersebut sama sekali bukan solusi yang tepat untuk melindungi masyarakat.

Pihak Downing Street menegaskan bahwa masalah utama terletak pada moderasi konten dan tanggung jawab platform dalam mencegah peredaran materi berbahaya. Dengan menjadikan fitur tersebut sebagai layanan berbayar, X dianggap tidak serius dalam memberantas kejahatan digital dan justru terkesan mencari keuntungan di tengah krisis privasi yang dialami para korban.

Hingga saat ini, perdebatan mengenai regulasi kecerdasan buatan terus memanas di panggung internasional. Para aktivis hak digital menuntut perusahaan teknologi untuk menerapkan sistem penyaringan yang lebih ketat sejak tahap awal, ketimbang hanya memberikan pembatasan berbasis status langganan yang dinilai tidak menyentuh akar permasalahan penyalahgunaan AI.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua