SNANEPAPUA.COM – Gelombang aksi protes besar-besaran mulai melanda berbagai belahan dunia sebagai respons atas tindakan agresif Amerika Serikat terhadap Venezuela. Ribuan demonstran turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap intervensi asing yang dinilai mengancam kedaulatan negara Amerika Latin tersebut secara terang-terangan.
Aksi massa ini dipicu oleh pengumuman kontroversial dari Donald Trump yang menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih kendali atau ‘mengelola’ Venezuela. Pernyataan tersebut seketika memicu ketegangan diplomatik dan kemarahan publik internasional yang menganggap langkah tersebut sebagai bentuk imperialisme modern yang melanggar norma hukum internasional.
Di berbagai ibu kota negara, para pengunjuk rasa membawa spanduk besar dan meneriakkan slogan anti-perang sebagai bentuk solidaritas. Mereka mendesak agar Washington segera menghentikan rencana tersebut dan menghormati hak rakyat Venezuela untuk menentukan nasib mereka sendiri tanpa adanya tekanan militer maupun blokade ekonomi dari pihak luar.
Situasi di lapangan dilaporkan terus memanas seiring dengan bertambahnya jumlah massa yang bergabung dalam aksi solidaritas ini di berbagai zona waktu. Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan berbagai organisasi internasional juga mulai menyuarakan kekhawatiran mendalam mereka akan potensi konflik bersenjata yang dapat merugikan warga sipil di kawasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda ketegangan akan mereda di tingkat global. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional lainnya untuk menengahi perselisihan ini agar tidak berlanjut menjadi krisis kemanusiaan yang lebih besar dan merusak stabilitas kawasan.
Editor: SnanePapua
