SNANEPAPUA.COM – Dunia jurnalistik internasional tengah berduka atas kepergian salah satu tokoh ikoniknya, Jamil Azar. Pembawa berita senior sekaligus jurnalis berpengaruh di jaringan berita Al Jazeera tersebut dikabarkan meninggal dunia pada usia 89 tahun, meninggalkan warisan intelektual yang mendalam bagi industri media global.
Jamil Azar bukan sekadar wajah yang akrab di layar kaca bagi jutaan pemirsa di seluruh dunia. Ia merupakan salah satu pilar awal yang membangun fondasi Al Jazeera sejak stasiun televisi tersebut pertama kali mengudara, memberikan kontribusi besar dalam membentuk identitas dan arah pemberitaan jaringan yang berbasis di Qatar tersebut.
Salah satu warisan terbesar Azar yang akan selalu dikenang adalah perannya sebagai pencetus motto legendaris Al Jazeera, yakni ‘The opinion and the other opinion’ (Pendapat dan pendapat yang lain). Slogan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan telah menjadi roh bagi prinsip jurnalisme berimbang dan kritis yang diusung oleh jaringan tersebut selama puluhan tahun.
Sepanjang kariernya yang panjang dan gemilang, Azar dikenal karena integritasnya yang tinggi serta kemampuannya dalam menyampaikan berita-berita krusial, baik dari kawasan Timur Tengah maupun isu internasional lainnya. Kehadirannya di meja redaksi dan studio memberikan kewibawaan tersendiri bagi setiap program berita yang dibawakannya.
Kepergian Jamil Azar meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan para pemirsa setianya. Meskipun kini sang jurnalis senior telah tiada, prinsip-prinsip keterbukaan informasi yang ia tanamkan melalui motto buatannya akan terus menjadi inspirasi dan panduan bagi generasi jurnalis masa depan di seluruh dunia.
Editor: SnanePapua
