Januari 9, 2026

Diplomasi Xi-Lee: Akankah China dan Korea Selatan Berhasil Memperbaiki Hubungan yang Rumit?

SNANEPAPUA.COM – Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung baru-baru ini menjadi sorotan dunia internasional. Pertemuan ini dipandang sebagai momentum krusial untuk memperbaiki hubungan bilateral yang sempat mendingin akibat berbagai gesekan geopolitik di kawasan Asia Timur dalam beberapa tahun terakhir.

Para analis politik menilai bahwa kedua negara kini berada pada titik di mana mereka tidak bisa lagi saling mengabaikan. Dinamika global yang penuh ketidakpastian memaksa Beijing dan Seoul untuk mengevaluasi kembali kemitraan mereka, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan keamanan yang semakin kompleks di tingkat regional maupun global.

Ketergantungan ekonomi menjadi faktor utama yang mendorong kedua negara untuk melakukan normalisasi hubungan. Sebagai mitra dagang utama, China dan Korea Selatan saling membutuhkan dalam menjaga stabilitas rantai pasok global, khususnya di sektor teknologi tinggi dan manufaktur. Kerja sama ini dianggap vital bagi pertumbuhan ekonomi domestik masing-masing negara di tengah ancaman resesi global.

Selain aspek ekonomi, isu keamanan di Semenanjung Korea tetap menjadi agenda prioritas dalam dialog Xi-Lee. Korea Selatan berharap China dapat memainkan peran lebih aktif dalam menekan ketegangan dengan Korea Utara. Di sisi lain, Beijing berkepentingan menjaga stabilitas di halaman belakangnya guna mencegah eskalasi militer yang melibatkan kekuatan Barat di kawasan tersebut.

Meskipun masih terdapat perbedaan pandangan yang mendalam terkait beberapa isu strategis, komitmen untuk terus berdialog memberikan harapan baru bagi stabilitas Asia Timur. Langkah diplomasi ini diharapkan mampu meredakan ketegangan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di masa depan demi kepentingan bersama kedua bangsa.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua