Januari 7, 2026

Daftar Negara dengan Kualitas Udara Terbaik dan Terburuk 2021: Ancaman Polusi Global Kian Nyata!

SNANEPAPUA.COM – Kualitas udara di berbagai belahan dunia dilaporkan mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2021. Berdasarkan laporan terbaru dari IQAir, tingkat polusi udara melonjak ke level yang tidak sehat, mengancam kesehatan jutaan orang di seluruh planet ini. Fenomena ini menjadi alarm keras bagi komunitas internasional mengenai kondisi atmosfer Bumi yang kian mengkhawatirkan di tengah upaya pemulihan global.

Laporan tahunan yang dirilis oleh perusahaan teknologi kualitas udara tersebut menganalisis data dari ribuan stasiun pemantauan di ratusan negara dan wilayah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sangat sedikit negara yang berhasil memenuhi standar kualitas udara ketat yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lonjakan emisi setelah pelonggaran pembatasan pandemi COVID-19 disinyalir menjadi salah satu faktor pemicu utama kembali kotornya udara dunia.

Di banyak wilayah perkotaan, konsentrasi partikel halus PM2.5 dilaporkan melampaui batas aman berkali-kali lipat. Partikel mikroskopis ini dianggap sangat berbahaya karena ukurannya yang kecil memungkinkan mereka masuk jauh ke dalam sistem pernapasan hingga ke aliran darah, yang memicu berbagai masalah kesehatan kronis mulai dari asma hingga penyakit jantung. Beberapa kota besar di Asia Selatan dan Asia Tengah tetap mendominasi daftar wilayah dengan kualitas udara terburuk.

Sebaliknya, hanya segelintir negara dan wilayah yang mampu mempertahankan kualitas udara bersih sesuai dengan pedoman terbaru WHO. Negara-negara ini umumnya memiliki kebijakan lingkungan yang sangat progresif atau memiliki letak geografis yang menguntungkan bagi sirkulasi udara alami. Namun, secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa polusi udara tetap menjadi salah satu ancaman kesehatan lingkungan terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini.

Para ahli menekankan bahwa data tahun 2021 ini harus menjadi dasar bagi pemerintah di seluruh dunia untuk segera beralih ke energi bersih dan mempercepat dekarbonisasi. Tanpa intervensi kebijakan yang radikal dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, kualitas udara global diprediksi akan terus memburuk dan memperparah krisis iklim. Langkah nyata diperlukan untuk memastikan hak setiap manusia atas udara bersih dapat terpenuhi di masa depan.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua