Januari 9, 2026

Buru Otak Love Scamming Internasional Beromzet Rp30 Miliar, Polisi Gandeng Interpol Kejar WN China

SNANEPAPUA.COM – Kepolisian Republik Indonesia kini tengah mengambil langkah tegas dengan menggandeng Interpol untuk memburu seorang warga negara (WN) China yang diduga kuat menjadi otak di balik sindikat penipuan cinta atau love scamming skala internasional. Sindikat yang bermarkas di Sleman, Yogyakarta ini diketahui telah meraup keuntungan fantastis hingga mencapai Rp30 miliar dari para korbannya melalui berbagai manipulasi daring.

Kerja sama dengan organisasi polisi internasional ini dilakukan guna melacak keberadaan tersangka yang diduga telah melarikan diri ke luar negeri setelah operasi mereka terendus pihak berwenang. Pihak kepolisian terus mengumpulkan bukti-bukti digital serta melakukan koordinasi intensif lintas negara untuk memastikan pelaku utama ini dapat segera diringkus dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum Indonesia.

Kasus ini mencuat setelah kepolisian melakukan penggerebekan terhadap sebuah markas tersembunyi yang digunakan oleh sindikat tersebut di wilayah Sleman beberapa waktu lalu. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan berbagai perangkat elektronik, kartu SIM, dan dokumen data yang menunjukkan pola operasi penipuan yang sangat terorganisir, menyasar korban dari berbagai negara melalui aplikasi kencan populer.

Modus operandi yang dijalankan oleh kelompok ini tergolong sangat rapi dan profesional. Mereka membangun hubungan emosional palsu dengan para korban dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya membujuk atau memeras mereka untuk mengirimkan sejumlah uang dengan berbagai alasan mendesak. Keuntungan sebesar Rp30 miliar menunjukkan betapa masifnya skala operasi yang dikendalikan oleh WN China tersebut di tanah air.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada terhadap kenalan baru di dunia maya, terutama individu yang meminta komitmen finansial dalam waktu singkat tanpa pertemuan tatap muka yang jelas. Penyelidikan masih terus berkembang, dan kepolisian optimis bahwa dengan dukungan penuh dari Interpol, jaringan kriminal internasional ini dapat dibongkar hingga ke akar-akarnya demi melindungi keamanan siber masyarakat luas.

Cek Sumber Asli

Editor: SnanePapua